lain kali kalo mau resign, make sure SEMUA file kerjaan lo yg bakal dikerjain sama graph.designer penerus lo itu disediakan selengkap-lengkapnya dalam file back-up dengan RAPI & sistematis. jangan berantakan & harus ditagih-tagih. how old are you sih????? 30 something atau 14 year-old??? and don't give me that goddamn cliche reason "oh-i-am-so-busy". semua orang juga sibuk, jadi sibuk bukan alasan.
tanggung jawab artinya adalah mengerjakan sesuatu sampai tuntas di TENGAH KESIBUKAN. jadi klo dia pikir jadwal dia lebih sibuk dari Ratu Elizabeth II, sampai-sampai dia ga sempet ngasih gue back-up files design sebelum resign, itu cara berpikir yg sangat-sangat KONYOL.
...and there's nothing better than seeing all of those direction at the same time
May 22, 2011
April 07, 2011
a pretty wake up call
Who told you love is the Alpha and Omega? And that your heart will lead you to the only one? It’s a curse, it’s the hammer that will break you, it’s a poison hidden in a bonbon. Don’t you know love is stronger than Jesus? Don’t you know love can kill anyone? Bring it on; wars and diseases, but you know that love can do you like a shotgun.
Can’t resist them, the sailors and the soldiers, taking aim, a rabbit on a rifle range. Pay no mind to what your mama told you, you’re the fool who’s chasing down the candy cane. It’s a riddle how lovers can stay alive, but we bloom and breathe in all decline.
See the people heading for disaster, standing in line just looking for a little fun. Love is a fire, a hot hot blaster with a vengeance burning in the Congo sun. Somehow we’ll believe there’s trust in strangers, so any monkey could look like a savior. It’s a riddle how we’re still living now. Oh, how little we know, oh...
ps: How to stop loving someone who had been a part of your life for more than 3 years? I really don't know. even when you tried to hate them, it really doesn't help much. Just wait for THE WAKE UP CALL. This morning i had mine. I just woke up and when i looked at myself in the mirror, i began to realized "hey, i feel flat." Just like exactly when i first said to myself "i think i love him." The day when you realized that you love someone is just a surprise. And the same thing goes for the death of it. When that happened, it means you're a free person. No more memories. No more waiting, no more crying and those drama yadda yadda yadda bla bla...
Life's good, darling. It knew exactly when you need to start and to stop everything at some point :)
Can’t resist them, the sailors and the soldiers, taking aim, a rabbit on a rifle range. Pay no mind to what your mama told you, you’re the fool who’s chasing down the candy cane. It’s a riddle how lovers can stay alive, but we bloom and breathe in all decline.
See the people heading for disaster, standing in line just looking for a little fun. Love is a fire, a hot hot blaster with a vengeance burning in the Congo sun. Somehow we’ll believe there’s trust in strangers, so any monkey could look like a savior. It’s a riddle how we’re still living now. Oh, how little we know, oh...
ps: How to stop loving someone who had been a part of your life for more than 3 years? I really don't know. even when you tried to hate them, it really doesn't help much. Just wait for THE WAKE UP CALL. This morning i had mine. I just woke up and when i looked at myself in the mirror, i began to realized "hey, i feel flat." Just like exactly when i first said to myself "i think i love him." The day when you realized that you love someone is just a surprise. And the same thing goes for the death of it. When that happened, it means you're a free person. No more memories. No more waiting, no more crying and those drama yadda yadda yadda bla bla...
Life's good, darling. It knew exactly when you need to start and to stop everything at some point :)
April 04, 2011
me: how can i even love you, you're my best friend!!
him: i'm gonna choose you 'cause you have no choice
me: you know i love my ex. you know better!!
him: tell me, did he ever really love you? did he ever shut his goddamn mouth just to say good things to you? give me one good reason that can prove he once loved you!
me: .......................well, no......i don't have one...
him: i'm gonna watch you while you get me wrong,
i'm gonna sing until you hate this song
me: you'll regret this!
him: i'm gonna kiss the parts that you have lost
It's gonna cost you but you might hurt less
me: ..........................
him: you don't have to save his life anymore.
i'm here to help you to save your own life!
he don't love you like i love you!
me: you're fuckin' mad!
him: Who told you "love is the Alpha and Omega" ? i love you BETTER!!!
him: i'm gonna choose you 'cause you have no choice
me: you know i love my ex. you know better!!
him: tell me, did he ever really love you? did he ever shut his goddamn mouth just to say good things to you? give me one good reason that can prove he once loved you!
me: .......................well, no......i don't have one...
him: i'm gonna watch you while you get me wrong,
i'm gonna sing until you hate this song
me: you'll regret this!
him: i'm gonna kiss the parts that you have lost
It's gonna cost you but you might hurt less
me: ..........................
him: you don't have to save his life anymore.
i'm here to help you to save your own life!
he don't love you like i love you!
me: you're fuckin' mad!
him: Who told you "love is the Alpha and Omega" ? i love you BETTER!!!
April 01, 2011
ghosts of corporate future, it's raining and we have no umbrella
pagi ini kami minum kopi dan makan sambil ribut-ribut selama 17 menit. saya rewel mengeluh soal pancake buatan lennon yang rasanya seperti kentang goreng, dia bilang i'm being delusional. (ternyata dia pakai minyak goreng bekas goreng kentang untuk manasin si pancake, aha...another reason to say "fuck you" lenn!).
begitu semua manipulasi masaknya tertangkap basah, saya langsung nyanyi-nyanyi:
"i am a vampire, i am a vampire, i am a vampire and i have lost my fangs and now i work in some porn video rental store, lalalala...."
backpacking berdua memang tidak ada duanya. tadi pagi kami ke daerah perbukitan lembang. kemarin ke pantai batu karas. when did exactly God invented those beautiful places?
by the way, he always looks good in our camera haha. kami bawa lebih dari 5 macam kamera kali ini. dari lomo sampai digital juga analog. sebagian hasil pinjaman, sebagian koleksi saya dan lennon.
begitu semua manipulasi masaknya tertangkap basah, saya langsung nyanyi-nyanyi:
"i am a vampire, i am a vampire, i am a vampire and i have lost my fangs and now i work in some porn video rental store, lalalala...."
backpacking berdua memang tidak ada duanya. tadi pagi kami ke daerah perbukitan lembang. kemarin ke pantai batu karas. when did exactly God invented those beautiful places?
by the way, he always looks good in our camera haha. kami bawa lebih dari 5 macam kamera kali ini. dari lomo sampai digital juga analog. sebagian hasil pinjaman, sebagian koleksi saya dan lennon.
kembang-kembangnya kota kembang
setiap kota, punya candunya. setiap perjalanan, punya kerangka tempuhnya. membosankan atau tidak, kita biasanya girang saat sudah sampai di kota tersebut.
bandung, buat saya lebih dari sekedar candu. bandung seperti film doraemon saat usia saya baru 7. bandung seperti Kurt Cobain saat usia saya 11. dan bandung seperti kue kering natal sejak saya kecil hingga saya setua ini, rasanya begitu-begitu saja tapi selalu dicari. bandung seperti permen, coklat dan es krim rasa kopi. perjalanan yang harus ditempuh membuat saya makin tidak karuan jika tidak pergi ke kota itu dalam sebulan saja. padahal bandung sekarang sudah macet, sudah kurang sejuk, sudah hampir metropolitan seperti ibukota tempat saya lahir. tapi bandung, sekali lagi tetap kekasih saya yang paling saya puja. tidak pernah sia-sia dia membuat saya birahi dengan "oohh ahhh" setiap saya pergi ke sana, makanannya, minumannya, tempat-tempat makanannya, trotoarnya dengan senti-senti yang begitu lebar hingga saya bisa jalan kaki sambil dansa, harga makanannya, harga biaya hidupnya, hahaha segalanya!
cipularang yang modern memang menggantikan perjalanan 4 jam yang dahulu. dan cipularang lewat lensa kamera saya terlihat begitu genit. menggoda. menggairahkan. apalagi jika sepanjang jalannya mendengarkan Ray Charles, minum kopi serta mengunyah kue kering keju...
ya Tuhan, saya adalah orang paling bahagia di seluruh dunia. persetan dengan apa kata orang lain tentang saya, haha.
bandung, buat saya lebih dari sekedar candu. bandung seperti film doraemon saat usia saya baru 7. bandung seperti Kurt Cobain saat usia saya 11. dan bandung seperti kue kering natal sejak saya kecil hingga saya setua ini, rasanya begitu-begitu saja tapi selalu dicari. bandung seperti permen, coklat dan es krim rasa kopi. perjalanan yang harus ditempuh membuat saya makin tidak karuan jika tidak pergi ke kota itu dalam sebulan saja. padahal bandung sekarang sudah macet, sudah kurang sejuk, sudah hampir metropolitan seperti ibukota tempat saya lahir. tapi bandung, sekali lagi tetap kekasih saya yang paling saya puja. tidak pernah sia-sia dia membuat saya birahi dengan "oohh ahhh" setiap saya pergi ke sana, makanannya, minumannya, tempat-tempat makanannya, trotoarnya dengan senti-senti yang begitu lebar hingga saya bisa jalan kaki sambil dansa, harga makanannya, harga biaya hidupnya, hahaha segalanya!
cipularang yang modern memang menggantikan perjalanan 4 jam yang dahulu. dan cipularang lewat lensa kamera saya terlihat begitu genit. menggoda. menggairahkan. apalagi jika sepanjang jalannya mendengarkan Ray Charles, minum kopi serta mengunyah kue kering keju...
ya Tuhan, saya adalah orang paling bahagia di seluruh dunia. persetan dengan apa kata orang lain tentang saya, haha.
March 25, 2011
kapan & dimana saya akan jualan air mata?
ada orang yang suka menjual air matanya untuk mengetuk pintu hati yang lainnya. dan itulah yang dia lakukan. setelah menjatuhkan saya dengan frase ini, frase itu, dia lalu menangis di depan semua orang. seolah-oleh saya adalah manusia paling jahat yang pernah jalan-jalan di jakarta-bandung. ini tidak terbalik ya? bukankah saya yang seharusnya menangis mendengar semua gunjingan orang yang bahkan tidak saya kenal? haha. menggelikan bukan? betapa orang yang belum memperkenalkan dirinya pada saya bisa berbicara begitu banyak seolah-olah dia pernah hidup dengan saya.
setelah saya yang merasa bersalah karena saya tidak bisa memaafkan dia, saya lalu berkata: "maafkan saya yang tidak bisa memaafkanmu waktu itu"
dan kini, kebodohan dan kenaifan saya itu memakan korban lagi. dan saya adalah si korban itu. hahahahahahahaha. saya dikerjai dua kali, bahkan setelah minta maaf?
sekali lagi, bukankah seharusnya saya yang menangis?
oh maaf, saya lupa. kantong air mata saya sudah saya gadaikan demi ramuan ajaib yang konon bisa menumbuhkan ketegaran juga keangkuhan.
you see? when it comes to conspiracy, bahkan IQ saya yang berjumlah 173 itu tidak ada fungsinya. saya juga tidak berbakat menjatuhkan orang. mungkin monyet saja bisa dilatih. tapi saya......
sama sekali tidak maju-maju dalam hal itu.
hey manis, selamat berlatih bersama monyet kalau begitu.
setelah saya yang merasa bersalah karena saya tidak bisa memaafkan dia, saya lalu berkata: "maafkan saya yang tidak bisa memaafkanmu waktu itu"
dan kini, kebodohan dan kenaifan saya itu memakan korban lagi. dan saya adalah si korban itu. hahahahahahahaha. saya dikerjai dua kali, bahkan setelah minta maaf?
sekali lagi, bukankah seharusnya saya yang menangis?
oh maaf, saya lupa. kantong air mata saya sudah saya gadaikan demi ramuan ajaib yang konon bisa menumbuhkan ketegaran juga keangkuhan.
you see? when it comes to conspiracy, bahkan IQ saya yang berjumlah 173 itu tidak ada fungsinya. saya juga tidak berbakat menjatuhkan orang. mungkin monyet saja bisa dilatih. tapi saya......
sama sekali tidak maju-maju dalam hal itu.
hey manis, selamat berlatih bersama monyet kalau begitu.
March 20, 2011
the only way to win the game, is not to play at all
me: "can i please please have this t-shirt? pleaseeee...."
him: "hey i knitted this yellow t-shirt for 5 days long, i cant just give it to you, ai..
me: "what if i buy it?"
him: "it's not for sale. don't you get it? it's my fave t-shirt. i'm not gonna give it to anyone including you"
him: "and don't wear legging it looked terrible on you, oh i'm so ashamed by the way you dressed today..lets go home and change your clothes."
me: ...................................................
him: "gees, honey you have a horrible body size, hey even Susan my neighbor's body is better than yours"
me: ...................................................
GAME'S OVER. GO TO HELL, MAN.
him: "hey i knitted this yellow t-shirt for 5 days long, i cant just give it to you, ai..
me: "what if i buy it?"
him: "it's not for sale. don't you get it? it's my fave t-shirt. i'm not gonna give it to anyone including you"
him: "and don't wear legging it looked terrible on you, oh i'm so ashamed by the way you dressed today..lets go home and change your clothes."
me: ...................................................
him: "gees, honey you have a horrible body size, hey even Susan my neighbor's body is better than yours"
me: ...................................................
GAME'S OVER. GO TO HELL, MAN.
March 19, 2011
"we're all consumers. we buy everything everyday just to make sure that we feel better about our lives and those product company loved us because we stupidly spend our cash just to be a perfect trend. we're not a person. we are just some new shoes, new cell-phone, new LCD tv, new bike, new bags, new car...
and beyond that, we can't admit how we do feel empty, insecure, unhappy and we lied to ourselves. every morning, we say this all over again: "by buying something new, i think i'm gonna feel better about myself now and won't be lonely".
face it. being alone is human. it's even more normal than spending the rest of your life sending hundred messages to some girl you didn't know in facebook that goes like: "hi, i like your eyes. they're beautiful. can i have your number?"
man, why can't you just cut the crap and ask her "CAN I FUCK YOU?"
and beyond that, we can't admit how we do feel empty, insecure, unhappy and we lied to ourselves. every morning, we say this all over again: "by buying something new, i think i'm gonna feel better about myself now and won't be lonely".
face it. being alone is human. it's even more normal than spending the rest of your life sending hundred messages to some girl you didn't know in facebook that goes like: "hi, i like your eyes. they're beautiful. can i have your number?"
man, why can't you just cut the crap and ask her "CAN I FUCK YOU?"
March 15, 2011
the promise i broke
i once promise to myself that i won't get more tatts. well, like most people...i sucked big time when it comes to stop having new tatts. this is my first colour tatts. i usually dig for black and grey ones, but this time, i gave up to some colour haha
things i embraced with my lens and you can go to hell with that "so-called-you-said-i-ain't-no-nothin'-about-photography" attitude
there's always a price to pay if you're being such a smart ass. these pictures of mine were once exhibited in Smarta Gallery few years ago.
gotcha (part 2)
and yes, i had no problems by being nude and almost naked. it's the most honest pose and human skin was created beautifully to be taken by the lens of our camera. to Arya Kusumadewa who helped me out, thank you for always being a gay.
gotcha (part 1)
it's good to pretend that i didn't know anything about everything, especially in photography. in that way, i can see the real person in you. do you teach me & respect me? or do you just teach me to show me that you're better than me?
these are those babies i had with my cameras:
these are those babies i had with my cameras:
March 10, 2011
Angin dan Antiokhia
Antiokhia punya teman dekat. dia bernama Angin. mereka biasa tertawa bersama. makan bersama. mendengarkan musik bersama. bernyanyi bersama. dan membaca bersama. melihat lukisan bersama, walau mereka belum pernah melukis bersama. mereka selalu melukis di tempat terpisah. mereka melukis masing-masing. kemarin mereka mulai tidur bersama. kadang hampir setiap hari.
hingga suatu hari Antiokhia berhenti datang bulan. dia bercerita pada Angin. lalu Angin bilang dia akan memeliharanya. pergilah Antiokhia ke toko. membeli alat tes kehamilan. menggunakannya dan melihat tanda itu. dua garis merah. positif. lalu Antiokhia mengambil telepon genggamnya dan mengirim pesan elektronik pada Angin.
Antiokhia: aku datang bulan. akhirnya. hore!
Angin: bagus. :)
-end of message-
esok harinya saat seorang teman datang berkunjung ke tempat tinggal Antiokhia...
Kala: mengapa kamu berbohong?
Antiokhia: belum saatnya.
Kala: ya, tapi apa yang kamu tunggu?
Antiokhia: aku akan bertanya dulu. dia mencintaiku atau tidak.
Kala: apa artinya? anaknya sudah dalam rahimmu!
Antiokhia: jangan katakan ini tidak ada artinya. jika Angin tidak mencintaiku, ada perbedaan besar dan aku akan mengambil keputusan yang tepat.
hari-hari terus berjalan. seiring dengan gejolak hormon seorang perempuan yang sedang mengandung, Antiokhia mulai sering mengajak Angin bertengkar. terutama tentang hal-hal yang tidak ada artinya. hingga satu hari pertanyaan besar itu dilontarkan, dan Angin pun menjawab.
"aku sudah mati rasa. aku sudah mati rasa"
hari itu juga, Antiokhia pergi ke suatu tempat bernama Ufuk Barat. sebuah tempat dimana mereka membunuh dan membuang bayi-bayi seperti sampah. namun di sana, semua harus dipesan terlebih dahulu. dan karena antrian telah terlalu panjang, maka giliran Antiokhia adalah 35 hari lagi. begitu banyak pesanan di sana. begitu banyak orang yang tidak menginginkan anak mereka.
kemudian Antiokhia menunggu. menunggu selama 35 hari. menunggu dalam hening tanpa pernah memberi tahu Angin. atau siapa pun selain Kala. menunggu hingga sang anak genap berusia 25+35=60 hari.
hari itu pun datang. namun saat itu Antiokhia harus bekerja. maka ia akan datang ke Ufuk Barat sore hari sepulang kerja. saat jam pulang kerja tiba, Antiokhia merasakan ada duri yang menusuk kepalanya. membatalkan semuanya, Antiokhia pun pulang ke tempat tinggalnya. ke tempat tidurnya. 5 jam 21 menit lamanya dia tertidur.
7 hari kemudian sebuah bercak darah terlihat di tempat duduk sebuah taksi yang ditumpangi Antiokhia. dia mengelap bercak itu dengan kertas yang berisi hitungan harga susu kaleng untuk ibu mengandung. hari itu, sang anak pergi meninggalkan Antiokhia tanpa dia harus datang ke tempat mengerikan seperti Ufuk Barat. Antiokhia menangis dan berteriak selama 180 menit di dalam kamar mandi sambil melihat darah yang terus mengalir keluar.
setelah itu Antiokhia pulang ke rumahnya dan menceritakan semuanya pada sang ibu. menghabiskan 14 hari di sana dengan berbaring di atas tempat tidur.
tidur dan makan. tidur dan menangis. tidur dan makan lagi. dan menangis lagi.
hingga hari ini, Antiokhia tidak pernah lagi mencari Angin. atau memberi tahu apapun tentang seorang anak yang sempat ia namakan Lealta.
yang berarti kekuatan, kepercayaan dan hati yang teguh.
hingga suatu hari Antiokhia berhenti datang bulan. dia bercerita pada Angin. lalu Angin bilang dia akan memeliharanya. pergilah Antiokhia ke toko. membeli alat tes kehamilan. menggunakannya dan melihat tanda itu. dua garis merah. positif. lalu Antiokhia mengambil telepon genggamnya dan mengirim pesan elektronik pada Angin.
Antiokhia: aku datang bulan. akhirnya. hore!
Angin: bagus. :)
-end of message-
esok harinya saat seorang teman datang berkunjung ke tempat tinggal Antiokhia...
Kala: mengapa kamu berbohong?
Antiokhia: belum saatnya.
Kala: ya, tapi apa yang kamu tunggu?
Antiokhia: aku akan bertanya dulu. dia mencintaiku atau tidak.
Kala: apa artinya? anaknya sudah dalam rahimmu!
Antiokhia: jangan katakan ini tidak ada artinya. jika Angin tidak mencintaiku, ada perbedaan besar dan aku akan mengambil keputusan yang tepat.
hari-hari terus berjalan. seiring dengan gejolak hormon seorang perempuan yang sedang mengandung, Antiokhia mulai sering mengajak Angin bertengkar. terutama tentang hal-hal yang tidak ada artinya. hingga satu hari pertanyaan besar itu dilontarkan, dan Angin pun menjawab.
"aku sudah mati rasa. aku sudah mati rasa"
hari itu juga, Antiokhia pergi ke suatu tempat bernama Ufuk Barat. sebuah tempat dimana mereka membunuh dan membuang bayi-bayi seperti sampah. namun di sana, semua harus dipesan terlebih dahulu. dan karena antrian telah terlalu panjang, maka giliran Antiokhia adalah 35 hari lagi. begitu banyak pesanan di sana. begitu banyak orang yang tidak menginginkan anak mereka.
kemudian Antiokhia menunggu. menunggu selama 35 hari. menunggu dalam hening tanpa pernah memberi tahu Angin. atau siapa pun selain Kala. menunggu hingga sang anak genap berusia 25+35=60 hari.
hari itu pun datang. namun saat itu Antiokhia harus bekerja. maka ia akan datang ke Ufuk Barat sore hari sepulang kerja. saat jam pulang kerja tiba, Antiokhia merasakan ada duri yang menusuk kepalanya. membatalkan semuanya, Antiokhia pun pulang ke tempat tinggalnya. ke tempat tidurnya. 5 jam 21 menit lamanya dia tertidur.
7 hari kemudian sebuah bercak darah terlihat di tempat duduk sebuah taksi yang ditumpangi Antiokhia. dia mengelap bercak itu dengan kertas yang berisi hitungan harga susu kaleng untuk ibu mengandung. hari itu, sang anak pergi meninggalkan Antiokhia tanpa dia harus datang ke tempat mengerikan seperti Ufuk Barat. Antiokhia menangis dan berteriak selama 180 menit di dalam kamar mandi sambil melihat darah yang terus mengalir keluar.
setelah itu Antiokhia pulang ke rumahnya dan menceritakan semuanya pada sang ibu. menghabiskan 14 hari di sana dengan berbaring di atas tempat tidur.
tidur dan makan. tidur dan menangis. tidur dan makan lagi. dan menangis lagi.
hingga hari ini, Antiokhia tidak pernah lagi mencari Angin. atau memberi tahu apapun tentang seorang anak yang sempat ia namakan Lealta.
yang berarti kekuatan, kepercayaan dan hati yang teguh.
March 08, 2011
LealtÃ
some people know how to paint, some how to sing. some are math teachers, some can play piano. while some of them know how to cook like a culinary champ. i, happen to be some of who can write, who know how to impress people with my royal words. i thought it was just an ordinary boring gift. until one day, that gift had made me met the man i will be with 7 years after i met him for the first time.
i was only 17 when i saw him at the competition. and the most weird thing is i don't remember anything particular at that time. i was one of the winner and every winner got 5 very expensive books. and if it wasn't for my math teacher Miss Theresa, i won't go for the competition. because every teacher in my school refused to sign the following letter and forbade me to send my writing. they all said i won't make it through the competition. so i walked 2 miles to the post office, bought the most expensive stamp i could afforded and sent it while making some cross sign on my chest.
few months later the school principle called me to meet him. he was so curious why i even had the nerve to send those writing and that he was glad i did it because my name was one of the finalist.
the funny thing is, now i couldn't remember what happened back there in the competition. but i do remember the first time i met him again. i was 24 and was volunteering on some NGO. i postponed my college and i taught in a free education for fishermen's children. while he had this only-God-knows-what faith that believe i will be a great person who can do important things for this country.
people come and go. even them who promised me most beautiful things of friendship, love, loyalty, religious bible phrases and some underground solidarity of communal activism. but this guy never turned his back on me. and so i will never turn my back on him, no matter what.
some people were born not to tolerate. some can't forgive you once you hurted them. and some are just like me, who was born to be a genuine pain in the ass. some people cursed me, some left me unnoticed. and those who raised me couldn't even look me in the eye. 3 of my best friends stop talking to me and for God's grace i still have some old friends who still take care of me when the pain from the back of my head strike like a number one bullet. and he, as a matter of fact was, is and will always be my back door. my infinity and beyond.
and people who still stick up with me after all the storm of war (hell, i'm not such a nice person i could be such a trouble you should have killed me long ago), every one of them are people who had the imitation of Jesus Christ. they didn't change the way they treat me even when i stabbed them, i tested them, i threw all the shit thing at them. and that's when i actually stop. i stop stabbing and realize that i should treat this one differently. they are specials. they are not just common people. they are golden. you can burn gold into some flame, pour them some alcohol, some oil and they would still be golden. and life, is only worth enough when you have all the best chosen golden people.
i was only 17 when i saw him at the competition. and the most weird thing is i don't remember anything particular at that time. i was one of the winner and every winner got 5 very expensive books. and if it wasn't for my math teacher Miss Theresa, i won't go for the competition. because every teacher in my school refused to sign the following letter and forbade me to send my writing. they all said i won't make it through the competition. so i walked 2 miles to the post office, bought the most expensive stamp i could afforded and sent it while making some cross sign on my chest.
few months later the school principle called me to meet him. he was so curious why i even had the nerve to send those writing and that he was glad i did it because my name was one of the finalist.
the funny thing is, now i couldn't remember what happened back there in the competition. but i do remember the first time i met him again. i was 24 and was volunteering on some NGO. i postponed my college and i taught in a free education for fishermen's children. while he had this only-God-knows-what faith that believe i will be a great person who can do important things for this country.
people come and go. even them who promised me most beautiful things of friendship, love, loyalty, religious bible phrases and some underground solidarity of communal activism. but this guy never turned his back on me. and so i will never turn my back on him, no matter what.
some people were born not to tolerate. some can't forgive you once you hurted them. and some are just like me, who was born to be a genuine pain in the ass. some people cursed me, some left me unnoticed. and those who raised me couldn't even look me in the eye. 3 of my best friends stop talking to me and for God's grace i still have some old friends who still take care of me when the pain from the back of my head strike like a number one bullet. and he, as a matter of fact was, is and will always be my back door. my infinity and beyond.
and people who still stick up with me after all the storm of war (hell, i'm not such a nice person i could be such a trouble you should have killed me long ago), every one of them are people who had the imitation of Jesus Christ. they didn't change the way they treat me even when i stabbed them, i tested them, i threw all the shit thing at them. and that's when i actually stop. i stop stabbing and realize that i should treat this one differently. they are specials. they are not just common people. they are golden. you can burn gold into some flame, pour them some alcohol, some oil and they would still be golden. and life, is only worth enough when you have all the best chosen golden people.
The Invitation by Oriah (Mountain Dreamer)
It doesn’t interest me
what you do for a living.
I want to know
what you ache for
and if you dare to dream
of meeting your heart’s longing.
It doesn’t interest me
how old you are.
I want to know
if you will risk
looking like a fool
for love
for your dream
for the adventure of being alive.
It doesn’t interest me
what planets are
squaring your moon...
I want to know
if you have touched
the center of your own sorrow
if you have been opened
by life’s betrayals
or have become shriveled and closed
from fear of further pain.
I want to know
if you can sit with pain
mine or your own
without moving to hide it
or fade it
or fix it.
I want to know
if you can be with joy
mine or your own
if you can dance with wildness
and let the ecstasy fill you
to the tips of your fingers and toes
without cautioning us
to be careful
to be realistic
to remember the limitations
of being human.
It doesn’t interest me
if the story you are telling me is true.
I want to know if you can disappoint another
to be true to yourself.
If you can bear
the accusation of betrayal
and not betray your own soul.
If you can be faithless
and therefore trustworthy.
I want to know if you can see Beauty
even when it is not pretty every day.
And if you can source your own life
from its presence.
I want to know
if you can live with failure
yours and mine
and still stand at the edge of the lake
and shout to the silver of the full moon, “Yes.”
It doesn’t interest me
to know where you live
or how much money you have.
I want to know if you can get up
after the night of grief and despair
weary and bruised to the bone
and do what needs to be done to feed the children.
It doesn’t interest me who you know
or how you came to be here.
I want to know if you will stand
in the center of the fire with me
and not shrink back.
It doesn’t interest me
where or what or with whom you have studied.
I want to know
what sustains you from the inside
when all else falls away.
I want to know
if you can be alone with yourself
and if you truly like the company you keep
in the empty moments.
what you do for a living.
I want to know
what you ache for
and if you dare to dream
of meeting your heart’s longing.
It doesn’t interest me
how old you are.
I want to know
if you will risk
looking like a fool
for love
for your dream
for the adventure of being alive.
It doesn’t interest me
what planets are
squaring your moon...
I want to know
if you have touched
the center of your own sorrow
if you have been opened
by life’s betrayals
or have become shriveled and closed
from fear of further pain.
I want to know
if you can sit with pain
mine or your own
without moving to hide it
or fade it
or fix it.
I want to know
if you can be with joy
mine or your own
if you can dance with wildness
and let the ecstasy fill you
to the tips of your fingers and toes
without cautioning us
to be careful
to be realistic
to remember the limitations
of being human.
It doesn’t interest me
if the story you are telling me is true.
I want to know if you can disappoint another
to be true to yourself.
If you can bear
the accusation of betrayal
and not betray your own soul.
If you can be faithless
and therefore trustworthy.
I want to know if you can see Beauty
even when it is not pretty every day.
And if you can source your own life
from its presence.
I want to know
if you can live with failure
yours and mine
and still stand at the edge of the lake
and shout to the silver of the full moon, “Yes.”
It doesn’t interest me
to know where you live
or how much money you have.
I want to know if you can get up
after the night of grief and despair
weary and bruised to the bone
and do what needs to be done to feed the children.
It doesn’t interest me who you know
or how you came to be here.
I want to know if you will stand
in the center of the fire with me
and not shrink back.
It doesn’t interest me
where or what or with whom you have studied.
I want to know
what sustains you from the inside
when all else falls away.
I want to know
if you can be alone with yourself
and if you truly like the company you keep
in the empty moments.
March 07, 2011
cerita Antiokhia
halo. nama saya antiokhia. tinggi 162 senti, tapi tidak pernah tahu berapa berat badan saya. orang-orang suka melihat rambut pendek saya yang menguning karena warna cat artifisial lalu mereka bilang saya sedang krisis identitas. saya akan jawab: "memang. who doesn't? semua orang kadang masih perlu mencari dimana mereka berpijak. Festina lente. To make a move slowly adalah nama lain dari evolusi yang berakar dari pencarian jati diri."
hari ini tidak hujan, tidak juga cerah. menyebalkan saat cuaca bahkan sama labilnya seperti saya. karena saya ingin semuanya bisa dijadikan model, stabilitas atau apapun yang bisa membuat saya yang labil ini merasa jauh lebih baik dari hari kemarin. mungkin saya harus belajar berhenti menyalahkan diri sendiri dan akan jauh lebih mudah menyalahkan orang lain, terutama mereka yang biasanya menerima kita apa adanya.
saya lupa apa yang terakhir benar-benar bisa membuat saya bersenandung. komposisi lagu-lagu yang ada di pasaran lokal akhir-akhir ini terlalu bisu untuk bisa bercerita bahwa apa yang mereka ciptakan itu bisa dinikmati hingga saya terkena ekstase.
ibu saya, seorang penjual guci kesepian yang ditinggalkan suaminya tiga tahun lalu sering menelepon saya tengah malam. dia hanya menghembuskan napasnya perlahan sambil menyebut nama saya berkali-kali, hingga akhirnya dia tertidur dengan telepon dalam genggamannya. saya, seperti sang ibu, juga kadang melakukan hal yang sama.
satu kali, dua kali, empat belas kali, lalu kekasih saya pergi berselingkuh dengan lelaki lain. dia bilang dia muak. dia bilang dia tidak suka bau tubuh saya yang mirip ayam goreng kalasan. dia bilang dia lebih suka mabuk-mabukan daripada terima telepon dari saya.
kini, saya semakin suka meneleponnya. mendengar teriakan histerianya yang sambil berkata supaya saya berhenti mengganggunya. tapi saya semakin suka bermain-main dengannya. semakin. semakin. semakin. dan semakin.
hari ini tidak hujan, tidak juga cerah. menyebalkan saat cuaca bahkan sama labilnya seperti saya. karena saya ingin semuanya bisa dijadikan model, stabilitas atau apapun yang bisa membuat saya yang labil ini merasa jauh lebih baik dari hari kemarin. mungkin saya harus belajar berhenti menyalahkan diri sendiri dan akan jauh lebih mudah menyalahkan orang lain, terutama mereka yang biasanya menerima kita apa adanya.
saya lupa apa yang terakhir benar-benar bisa membuat saya bersenandung. komposisi lagu-lagu yang ada di pasaran lokal akhir-akhir ini terlalu bisu untuk bisa bercerita bahwa apa yang mereka ciptakan itu bisa dinikmati hingga saya terkena ekstase.
ibu saya, seorang penjual guci kesepian yang ditinggalkan suaminya tiga tahun lalu sering menelepon saya tengah malam. dia hanya menghembuskan napasnya perlahan sambil menyebut nama saya berkali-kali, hingga akhirnya dia tertidur dengan telepon dalam genggamannya. saya, seperti sang ibu, juga kadang melakukan hal yang sama.
satu kali, dua kali, empat belas kali, lalu kekasih saya pergi berselingkuh dengan lelaki lain. dia bilang dia muak. dia bilang dia tidak suka bau tubuh saya yang mirip ayam goreng kalasan. dia bilang dia lebih suka mabuk-mabukan daripada terima telepon dari saya.
kini, saya semakin suka meneleponnya. mendengar teriakan histerianya yang sambil berkata supaya saya berhenti mengganggunya. tapi saya semakin suka bermain-main dengannya. semakin. semakin. semakin. dan semakin.
February 27, 2011
our 1st date
Me: "D'you know that the human head weighs 8 pounds?"
Him: "Did you know that Troy Aikman, in only six years, has passed for 16,303 yards?"
Me: "D'you know that bees and dogs can smell fear?"
Him: "Did you know that the career record for hits is 4,256 by Pete Rose who is NOT in the Hall of Fame?"
Me: "D'you know that my next door neighbor has three rabbits?"
Him: "I... I can't compete with that! Ok, change the plot. Do you have a soulmate?"
Me: "Define that."
Him: "Someone you can relate to, someone who opens things up for you."
Me: "Sure, I got plenty."
Him: "Well, name them."
Me: "Shakespeare, Nietzsche, Frost, O'Conner..."
Him: "Well that's great. They're all dead"
Me: "Not to me, they're not."
Him: "You can't have a lot of dialogue with them."
Me: "Not without a heater and some serious smelling salts"
Him: "Did you know that Troy Aikman, in only six years, has passed for 16,303 yards?"
Me: "D'you know that bees and dogs can smell fear?"
Him: "Did you know that the career record for hits is 4,256 by Pete Rose who is NOT in the Hall of Fame?"
Me: "D'you know that my next door neighbor has three rabbits?"
Him: "I... I can't compete with that! Ok, change the plot. Do you have a soulmate?"
Me: "Define that."
Him: "Someone you can relate to, someone who opens things up for you."
Me: "Sure, I got plenty."
Him: "Well, name them."
Me: "Shakespeare, Nietzsche, Frost, O'Conner..."
Him: "Well that's great. They're all dead"
Me: "Not to me, they're not."
Him: "You can't have a lot of dialogue with them."
Me: "Not without a heater and some serious smelling salts"
the last note from my cousin on May 2008
"You don't have a choice anymore. You're just like grandpa. You've become a significant threat to the national security structure. They would have killed you already but you got a lot of light on you. Instead they're trying to destroy your credibility. They already have in many circles in this town. Be honest, your only chance is to come up with a case. Something, anything. Make arrests, stir the shit storm, hope to reach a point of critical mass that'll start a chain reaction of people coming forward, then the government will crack. Remember, fundamentally people are suckers for the truth -- and the truth is on your side, kiddo. I just hope you get a break."
oh the times! oh the manner!
A: "You want answers?
B: "I think I'm entitled."
A: "You want answers?"
B: "I want the truth!"
A: "You can't handle the truth!
B: "I think I'm entitled."
A: "You want answers?"
B: "I want the truth!"
A: "You can't handle the truth!
per angusta, ad augusta
I have a greater responsibility than you can possibly fathom. You weep for our father's death and you curse the world, my brother. You have that luxury. You have the luxury of not knowing what I know that: his death, while tragic, probably saved lives. And my existence, while grotesque and incomprehensible to you, saves lives. You don't want the truth because, deep down in places you don't talk about at parties, you want me on that wall, you need me on that wall. Even when Kennedy's as dead as that crab meat, the government's alive and breathing. You gonna line up with a dead man, Jimbo?
We use words like honor, code, loyalty. We use these words as the backbone of a life spent defending something. You use them as a punchline. I have neither the time nor the inclination to explain myself to a man who rises and sleeps under the blanket of the very freedom that I provide and then questions the manner in which I provide it. I would rather you just said "thank you" and went on your way. Otherwise I suggest you pick up a weapon and stand at post. Either way, I don't give a damn what you think you are entitled to.
We use words like honor, code, loyalty. We use these words as the backbone of a life spent defending something. You use them as a punchline. I have neither the time nor the inclination to explain myself to a man who rises and sleeps under the blanket of the very freedom that I provide and then questions the manner in which I provide it. I would rather you just said "thank you" and went on your way. Otherwise I suggest you pick up a weapon and stand at post. Either way, I don't give a damn what you think you are entitled to.
February 24, 2011
Ctrl - Alt - Del
you always said that i love you too much i just can't let you go.
you always said that i love you too much i just can't let you.......
you always said that i love you too much i just can't let...........
you always said that i love you too much i just can't...............
you always said that i love you too much i just.....................
you always said that i love you too much i..........................
you always said that i love you too much............................
you always said that i love you.......
from now on, you will always say that:
I LOVE YOU TOO MUCH I JUSTCAN'T LET YOU GO
you always said that i love you too much i just can't let you.......
you always said that i love you too much i just can't let...........
you always said that i love you too much i just can't...............
you always said that i love you too much i just.....................
you always said that i love you too much i..........................
you always said that i love you too much............................
you always said that i love you.......
from now on, you will always say that:
I LOVE YOU TOO MUCH I JUST
February 17, 2011
February 16, 2011
February 08, 2011
sign out please
i am the sinking ship, so what are you?
melodramas, you’re the monologue and its unbreakable. Intimacy oh so intimate, twist baby twist! Can’t you see that you’re raising sins when we’re so young? Like those distortions that cause me such an orgasm. Ok, change the direction you know we have to dance all day long. Well stand up all, you Einstein garage flavored plat. Don’t stare at the bloody queen. 'Cause you are the norm of the society, you are the beat of our drama. C’mon show me, show me...how to fight on the dance floor.
melodramas, you’re the monologue and its unbreakable. Intimacy oh so intimate, twist baby twist! Can’t you see that you’re raising sins when we’re so young? Like those distortions that cause me such an orgasm. Ok, change the direction you know we have to dance all day long. Well stand up all, you Einstein garage flavored plat. Don’t stare at the bloody queen. 'Cause you are the norm of the society, you are the beat of our drama. C’mon show me, show me...how to fight on the dance floor.
SELAMAT. ANDA ADALAH PEMASOK DANA TERORISME INTERNASIONAL.
hari ini saya berdebat keras dengan seseorang. Kami berdebat tentang revolusi. Tentang betapa dia ikut mencoblos PEMILU hanya untuk formalitas. Tentang betapa sia-sianya saya berteriak jika tidak ada hasilnya. Hasil? Itukah yang menjadi ketakutanmu yang paling besar? Apakah kamu salah satu dari mereka yang tidak punya nyali untuk berjuang hanya karena takut akan hasil akhir? Jika ya, maka kamu adalah pecundang yang layak malu akan semua sampah wejangan politik yang baru saja kamu keluarkan dari mulutmu yang besar itu.
Mencoblos semua (atau mencoret-coret) gambar calon anggota wakil rakyat sama saja bodohnya dengan masuk ke dalam bilik PEMILU dan memilih satu wakil rakyat. Apa sih yang ingin kamu buktikan dengan berlaku seperti itu? Hanya sejauh itukah perjuanganmu? Apakah hanya ingin dibilang KEREN? Apa kamu pikir jadi seorang revolusioner hanya untuk keren-kerenan seorang remaja yang sedang mencari jati diri? Apa kamu pikir pilihanmu akan didengar? Butuh berapa ratus tahun lagi untuk menyadarkanmu bahwa pemerintah tidak akan pernah benar-benar mendengarkan suara kita yang dianggap bau tengik ini? Butuh penindasan seperti apa lagi untuk menyadarkanmu bahwa negara ini hanya dagelan belaka dengan humor murahan ala komedi di kotak televisi yang kita tonton tiap malam? Butuh berapa lama lagi? Butuh berapa nyawa lagi yang melayang oleh pihak militer di daerah konflik dan daerah pelosok yang beranak-anak dengan perut besar kekurangan gizi?
Apakah kamu lupa bahwa "memilih untuk tidak memilih wakil rakyat" merupakan pilihan juga?
Dan mari bicarakan soal sesuatu yang ada kaitannya dengan aktivitas mabuk-mabukan generasi muda hari ini. Seperti ditunjukkan Chossudovsky dalam bukunya War and Globalization, The Truth behind September 11 (2003) sejarah perdagangan narkoba di Asia Tengah sangat erat berkaitan dengan operasi tertutup CIA. Sebelum berkecamuknya perang Soviet-Afghan, produksi opium di Afghanistan dan Pakistan hanya terdistribusi dalam pasar regional kecil.
Tidak ada produksi heroin lokal sebelumnya. CIA tidak hanya mendorong kalangan pemimpin lokal untuk memaksa petani untuk menanam opium tetapi juga sekaligus membangun sekitar sebelas unit produksi heroin di kawasan tersebut.
Dalam waktu dua tahun operasi CIA di Afghanistan, “Perbatasan Pakistan-Afghanistan menjadi produser top dunia, menyuplai 60 persen kebutuhan AS. Di Pakistan, penduduk yang kecanduan heroin melonjak dari hampir nol pada 1979 mencapai 1.2 juta pada 1985 – lonjakan luar biasa dibanding negara manapun.”
CIA juga mengontrol perdagangan heroin ini. Begitu gerilyawan Mujahidin menguasai kawasan di Afghanistan, mereka mengharuskan para petani membayar semacam pajak revolusi dari tanaman opium tersebut. Di sepanjang perbatasan di Pakistan, kalangan pimpinan Afghan dan sindikat lokal di bawah perlindungan Intelijen Pakistan (ISI) mengoperasikan ratusan laboratorium heroin.
Selama dekade perdagangan narkoba yang terbuka luas ini, Drug Enforcement Agency Amerika di Islamabad gagal melakukan penangkapan atau penahanan besar. Pejabat AS menolak menginvestigasi tuduhan perdagangan heroin oleh aliansi Afghan-nya dengan alasan ‘karena kebijakan narkotik AS di Afghanistan tersubordinasi perang melawan pengaruh Soviet di sana’.
Pada 1995, mantan direktur CIA untuk operasi Afghan, Charles Cogan, mengakui bahwa CIA memang telah mengorbankan perang narkoba demi Perang Dingin.
Sikap sinikal CIA ditunjukkan jelas dari pernyataan terus terang Cogan. “Misi utama kami adalah melakukan pengrusakan sebesar mungkin pada Uni Soviet. Kami tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengadakan investigasi perdagangan narkoba. Saya kira tidak perlu kami meminta maaf atas hal ini. Setiap situasi selalu mengandung kekurangan … Kekurangan kami kali ini dalam segi narkoba. Tetapi tujuan utama sudah terlaksana. Soviet meninggalkan Afghanistan”. Akhir dari kehadiran Soviet di Afghanistan tidak berarti terjadi pengendoran atas produksi dan perdagangan ini, sebaliknya malah semakin meningkat tajam.
Dengan pecahnya Uni Soviet, peningkatan baru produksi opium terjadi. Menurut estimasi PBB, produksi opium di Afghanistan pada 1998-99 – bertepatan dengan terjadinya pergolakan bersenjata di bekas negara Uni Soviet – mencapai rekor tertinggi, 4600 metrik ton). Sindikat bisnis yang kuat di bekas Uni Soviet beraliansi dengan organisasi kriminal berkompetisi untuk menguasai kontrol strategis rute heroin.
Dengan demikian, kawasan Asia Tengah tidak hanya strategis karena cadangan minyaknya yang besar, tetapi juga karena menjadi tempat produksi tiga perempat opium dunia dengan nilai milyaran dolar AS bagi kalangan sindikat bisnis, institusi keuangan, agen-agen intelijen dan organisasi kriminal seperti terorisme. Hasil tahunan dari perdagangan narkoba Golden Crescent menguasai sekitar sepertiga penghasilan tahunan narkotik dunia.
Orang yang berdebat dengan saya hari ini adalah anak kecil kemarin sore yang bahkan tidak pernah membaca koran, menyaksikan berita atau bahkan punya kepekaan untuk mengedukasi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki konsep di dalam kepalanya bisa begitu kerasnya berdebat? Saya rasa yang berbicara serta berteriak hanya ego kelaki-lakiannya yang tidak ingin disalahkan atau dituduh betapa minimnya volume pengetahuan yang ada di dalam otaknya. Dia juga seorang mantan pecandu narkotika selama bertahun-tahun hanya atas nama sebuah pembenaran yang berbunyi "SAYA BERASAL DARI KELUARGA YANG TIDAK BAHAGIA". for fuck sake, inilah orang yang terus menyalahkan orang lain atas semua jalan yang sebenarnya dia pilih sendiri. Mungkin kamu bertanya-tanya berapa usianya? Bertanya-tanya tentang rentang kedewasaannya? Kecerdasan persepsinya sama dengan seorang anak remaja pemarah yang labil dan berusia 15 tahun? Haha, eat me. He will be 25 this Feb.
Anak muda, kamulah pemasok dana terorisme internasional. Dalam negara ini, bentuk skala kecilnya adalah kamu memasok aktivitas transportasi FPI dalam melakukan kerusuhan dimana-mana. Rantai yang telah ada sejak lama ini seharusnya kamu cari tahu dengan kepalamu, bukan dengan kepalan tanganmu atau nyanyian mabukmu. Isi otakmu mungkin hanya berisi mimpi-mimpi meniduri bintang film porno, mabuk setiap hari, memiliki lusinan sneaker atau boots agar dikategorikan mengikuti 5 huruf busuk yang bernama TREND, dan berganti-ganti merk motor agar kamu dapat dipuji oleh teman-temanmu serta makin giat mengotori udara yang seharusnya secara legal merupakan hak BERSAMA, bukan INDIVIDU. Bukankah keinginan manusia yang paling bodoh adalah INGIN DILIHAT dan INGIN DIPERHITUNGKAN melalui benda-benda yang dimilikinya?
Anak muda, korporasi bermain-main dengan rasa percaya dirimu agar kamu terus mengeluarkan uangmu untuk membeli produk-produk mereka. Sadarkan kamu bahwa kamu bukan lagi manusia? Kamu memompa rasa percaya dirimu melalui semua barang yang kamu beli dengan harapan kamu akan merasa lebih baik dari hari kemarin. Dan kini kamu ingin berbicara keras-keras kepada saya soal apa yang terbaik bagi rakyat? Luar biasa, anak muda. Mereka tidak melakukan apapun bagi rakyat memang punya tendensi serta nyali untuk meninggikan volume suaranya jauh lebih keras dari mereka yang memang berjuang agar negeri ini bisa melawan sang negara.
Mencoblos semua (atau mencoret-coret) gambar calon anggota wakil rakyat sama saja bodohnya dengan masuk ke dalam bilik PEMILU dan memilih satu wakil rakyat. Apa sih yang ingin kamu buktikan dengan berlaku seperti itu? Hanya sejauh itukah perjuanganmu? Apakah hanya ingin dibilang KEREN? Apa kamu pikir jadi seorang revolusioner hanya untuk keren-kerenan seorang remaja yang sedang mencari jati diri? Apa kamu pikir pilihanmu akan didengar? Butuh berapa ratus tahun lagi untuk menyadarkanmu bahwa pemerintah tidak akan pernah benar-benar mendengarkan suara kita yang dianggap bau tengik ini? Butuh penindasan seperti apa lagi untuk menyadarkanmu bahwa negara ini hanya dagelan belaka dengan humor murahan ala komedi di kotak televisi yang kita tonton tiap malam? Butuh berapa lama lagi? Butuh berapa nyawa lagi yang melayang oleh pihak militer di daerah konflik dan daerah pelosok yang beranak-anak dengan perut besar kekurangan gizi?
Apakah kamu lupa bahwa "memilih untuk tidak memilih wakil rakyat" merupakan pilihan juga?
Dan mari bicarakan soal sesuatu yang ada kaitannya dengan aktivitas mabuk-mabukan generasi muda hari ini. Seperti ditunjukkan Chossudovsky dalam bukunya War and Globalization, The Truth behind September 11 (2003) sejarah perdagangan narkoba di Asia Tengah sangat erat berkaitan dengan operasi tertutup CIA. Sebelum berkecamuknya perang Soviet-Afghan, produksi opium di Afghanistan dan Pakistan hanya terdistribusi dalam pasar regional kecil.
Tidak ada produksi heroin lokal sebelumnya. CIA tidak hanya mendorong kalangan pemimpin lokal untuk memaksa petani untuk menanam opium tetapi juga sekaligus membangun sekitar sebelas unit produksi heroin di kawasan tersebut.
Dalam waktu dua tahun operasi CIA di Afghanistan, “Perbatasan Pakistan-Afghanistan menjadi produser top dunia, menyuplai 60 persen kebutuhan AS. Di Pakistan, penduduk yang kecanduan heroin melonjak dari hampir nol pada 1979 mencapai 1.2 juta pada 1985 – lonjakan luar biasa dibanding negara manapun.”
CIA juga mengontrol perdagangan heroin ini. Begitu gerilyawan Mujahidin menguasai kawasan di Afghanistan, mereka mengharuskan para petani membayar semacam pajak revolusi dari tanaman opium tersebut. Di sepanjang perbatasan di Pakistan, kalangan pimpinan Afghan dan sindikat lokal di bawah perlindungan Intelijen Pakistan (ISI) mengoperasikan ratusan laboratorium heroin.
Selama dekade perdagangan narkoba yang terbuka luas ini, Drug Enforcement Agency Amerika di Islamabad gagal melakukan penangkapan atau penahanan besar. Pejabat AS menolak menginvestigasi tuduhan perdagangan heroin oleh aliansi Afghan-nya dengan alasan ‘karena kebijakan narkotik AS di Afghanistan tersubordinasi perang melawan pengaruh Soviet di sana’.
Pada 1995, mantan direktur CIA untuk operasi Afghan, Charles Cogan, mengakui bahwa CIA memang telah mengorbankan perang narkoba demi Perang Dingin.
Sikap sinikal CIA ditunjukkan jelas dari pernyataan terus terang Cogan. “Misi utama kami adalah melakukan pengrusakan sebesar mungkin pada Uni Soviet. Kami tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengadakan investigasi perdagangan narkoba. Saya kira tidak perlu kami meminta maaf atas hal ini. Setiap situasi selalu mengandung kekurangan … Kekurangan kami kali ini dalam segi narkoba. Tetapi tujuan utama sudah terlaksana. Soviet meninggalkan Afghanistan”. Akhir dari kehadiran Soviet di Afghanistan tidak berarti terjadi pengendoran atas produksi dan perdagangan ini, sebaliknya malah semakin meningkat tajam.
Dengan pecahnya Uni Soviet, peningkatan baru produksi opium terjadi. Menurut estimasi PBB, produksi opium di Afghanistan pada 1998-99 – bertepatan dengan terjadinya pergolakan bersenjata di bekas negara Uni Soviet – mencapai rekor tertinggi, 4600 metrik ton). Sindikat bisnis yang kuat di bekas Uni Soviet beraliansi dengan organisasi kriminal berkompetisi untuk menguasai kontrol strategis rute heroin.
Dengan demikian, kawasan Asia Tengah tidak hanya strategis karena cadangan minyaknya yang besar, tetapi juga karena menjadi tempat produksi tiga perempat opium dunia dengan nilai milyaran dolar AS bagi kalangan sindikat bisnis, institusi keuangan, agen-agen intelijen dan organisasi kriminal seperti terorisme. Hasil tahunan dari perdagangan narkoba Golden Crescent menguasai sekitar sepertiga penghasilan tahunan narkotik dunia.
Orang yang berdebat dengan saya hari ini adalah anak kecil kemarin sore yang bahkan tidak pernah membaca koran, menyaksikan berita atau bahkan punya kepekaan untuk mengedukasi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki konsep di dalam kepalanya bisa begitu kerasnya berdebat? Saya rasa yang berbicara serta berteriak hanya ego kelaki-lakiannya yang tidak ingin disalahkan atau dituduh betapa minimnya volume pengetahuan yang ada di dalam otaknya. Dia juga seorang mantan pecandu narkotika selama bertahun-tahun hanya atas nama sebuah pembenaran yang berbunyi "SAYA BERASAL DARI KELUARGA YANG TIDAK BAHAGIA". for fuck sake, inilah orang yang terus menyalahkan orang lain atas semua jalan yang sebenarnya dia pilih sendiri. Mungkin kamu bertanya-tanya berapa usianya? Bertanya-tanya tentang rentang kedewasaannya? Kecerdasan persepsinya sama dengan seorang anak remaja pemarah yang labil dan berusia 15 tahun? Haha, eat me. He will be 25 this Feb.
Anak muda, kamulah pemasok dana terorisme internasional. Dalam negara ini, bentuk skala kecilnya adalah kamu memasok aktivitas transportasi FPI dalam melakukan kerusuhan dimana-mana. Rantai yang telah ada sejak lama ini seharusnya kamu cari tahu dengan kepalamu, bukan dengan kepalan tanganmu atau nyanyian mabukmu. Isi otakmu mungkin hanya berisi mimpi-mimpi meniduri bintang film porno, mabuk setiap hari, memiliki lusinan sneaker atau boots agar dikategorikan mengikuti 5 huruf busuk yang bernama TREND, dan berganti-ganti merk motor agar kamu dapat dipuji oleh teman-temanmu serta makin giat mengotori udara yang seharusnya secara legal merupakan hak BERSAMA, bukan INDIVIDU. Bukankah keinginan manusia yang paling bodoh adalah INGIN DILIHAT dan INGIN DIPERHITUNGKAN melalui benda-benda yang dimilikinya?
Anak muda, korporasi bermain-main dengan rasa percaya dirimu agar kamu terus mengeluarkan uangmu untuk membeli produk-produk mereka. Sadarkan kamu bahwa kamu bukan lagi manusia? Kamu memompa rasa percaya dirimu melalui semua barang yang kamu beli dengan harapan kamu akan merasa lebih baik dari hari kemarin. Dan kini kamu ingin berbicara keras-keras kepada saya soal apa yang terbaik bagi rakyat? Luar biasa, anak muda. Mereka tidak melakukan apapun bagi rakyat memang punya tendensi serta nyali untuk meninggikan volume suaranya jauh lebih keras dari mereka yang memang berjuang agar negeri ini bisa melawan sang negara.
January 30, 2011
Mesir Bergolak
angkat kepalan tanganmu tinggi-tinggi kawan, turunkan yang layak diturunkan dari bangku kebesarannya!
January 26, 2011
big D for DEADLINE
tomorrow is my deadline for New Slang cover. and i haven't done anything. what a fuckin' mess. just humor me, i'm way crazier this time. haha.
January 25, 2011
this morning my friend kidnapped me. she just bought a huge espresso machine and she didn't know how to use it nor to make a cup of coffee. so there i was. training her about the 18-23 seconds timer for coffee shots, explaining the good shot and the bad one as well. how to steam the milk with a sexy foam, how to set the temperature, how to differentiate between a cappucino and a latte. the first one goes with a lot of foam with less milk, while the second one is the other way around. how to calibrate the espresso machine, how to make some ristretto shots, how to blend it systematically with milk, syrup or sugar, how to put all the ingredients flawlessly, not to mention how to taste and compare a good quality coffee, and the list go on and on.
and these are our morning revolver. coffee, anyone??
and these are our morning revolver. coffee, anyone??
January 23, 2011


it was Iskandar's birthday. he's an Autis Asperges and he was my favorite student. no matter how much he threw lots of toys to me or no matter how hard i tried to understand what he was talking about, i loved him with all my heart. but on his birthday, he got a little moody because i can't stand beside him to sing the happy birthday song. his mom asked me to took all the pictures with her camera so Iskandar went angry. he won't even smile. but he laughed out loud when i accidentally fell down in front of our classroom door for stepping on some cake dropped out from Dominga's plastic plate (she was ony 3). hahaha happy birthday, dear. i miss you.
Subscribe to:
Posts (Atom)















































