Me: "D'you know that the human head weighs 8 pounds?"
Him: "Did you know that Troy Aikman, in only six years, has passed for 16,303 yards?"
Me: "D'you know that bees and dogs can smell fear?"
Him: "Did you know that the career record for hits is 4,256 by Pete Rose who is NOT in the Hall of Fame?"
Me: "D'you know that my next door neighbor has three rabbits?"
Him: "I... I can't compete with that! Ok, change the plot. Do you have a soulmate?"
Me: "Define that."
Him: "Someone you can relate to, someone who opens things up for you."
Me: "Sure, I got plenty."
Him: "Well, name them."
Me: "Shakespeare, Nietzsche, Frost, O'Conner..."
Him: "Well that's great. They're all dead"
Me: "Not to me, they're not."
Him: "You can't have a lot of dialogue with them."
Me: "Not without a heater and some serious smelling salts"
...and there's nothing better than seeing all of those direction at the same time
February 27, 2011
the last note from my cousin on May 2008
"You don't have a choice anymore. You're just like grandpa. You've become a significant threat to the national security structure. They would have killed you already but you got a lot of light on you. Instead they're trying to destroy your credibility. They already have in many circles in this town. Be honest, your only chance is to come up with a case. Something, anything. Make arrests, stir the shit storm, hope to reach a point of critical mass that'll start a chain reaction of people coming forward, then the government will crack. Remember, fundamentally people are suckers for the truth -- and the truth is on your side, kiddo. I just hope you get a break."
oh the times! oh the manner!
A: "You want answers?
B: "I think I'm entitled."
A: "You want answers?"
B: "I want the truth!"
A: "You can't handle the truth!
B: "I think I'm entitled."
A: "You want answers?"
B: "I want the truth!"
A: "You can't handle the truth!
per angusta, ad augusta
I have a greater responsibility than you can possibly fathom. You weep for our father's death and you curse the world, my brother. You have that luxury. You have the luxury of not knowing what I know that: his death, while tragic, probably saved lives. And my existence, while grotesque and incomprehensible to you, saves lives. You don't want the truth because, deep down in places you don't talk about at parties, you want me on that wall, you need me on that wall. Even when Kennedy's as dead as that crab meat, the government's alive and breathing. You gonna line up with a dead man, Jimbo?
We use words like honor, code, loyalty. We use these words as the backbone of a life spent defending something. You use them as a punchline. I have neither the time nor the inclination to explain myself to a man who rises and sleeps under the blanket of the very freedom that I provide and then questions the manner in which I provide it. I would rather you just said "thank you" and went on your way. Otherwise I suggest you pick up a weapon and stand at post. Either way, I don't give a damn what you think you are entitled to.
We use words like honor, code, loyalty. We use these words as the backbone of a life spent defending something. You use them as a punchline. I have neither the time nor the inclination to explain myself to a man who rises and sleeps under the blanket of the very freedom that I provide and then questions the manner in which I provide it. I would rather you just said "thank you" and went on your way. Otherwise I suggest you pick up a weapon and stand at post. Either way, I don't give a damn what you think you are entitled to.
February 24, 2011
Ctrl - Alt - Del
you always said that i love you too much i just can't let you go.
you always said that i love you too much i just can't let you.......
you always said that i love you too much i just can't let...........
you always said that i love you too much i just can't...............
you always said that i love you too much i just.....................
you always said that i love you too much i..........................
you always said that i love you too much............................
you always said that i love you.......
from now on, you will always say that:
I LOVE YOU TOO MUCH I JUSTCAN'T LET YOU GO
you always said that i love you too much i just can't let you.......
you always said that i love you too much i just can't let...........
you always said that i love you too much i just can't...............
you always said that i love you too much i just.....................
you always said that i love you too much i..........................
you always said that i love you too much............................
you always said that i love you.......
from now on, you will always say that:
I LOVE YOU TOO MUCH I JUST
February 17, 2011
February 16, 2011
February 08, 2011
sign out please
i am the sinking ship, so what are you?
melodramas, you’re the monologue and its unbreakable. Intimacy oh so intimate, twist baby twist! Can’t you see that you’re raising sins when we’re so young? Like those distortions that cause me such an orgasm. Ok, change the direction you know we have to dance all day long. Well stand up all, you Einstein garage flavored plat. Don’t stare at the bloody queen. 'Cause you are the norm of the society, you are the beat of our drama. C’mon show me, show me...how to fight on the dance floor.
melodramas, you’re the monologue and its unbreakable. Intimacy oh so intimate, twist baby twist! Can’t you see that you’re raising sins when we’re so young? Like those distortions that cause me such an orgasm. Ok, change the direction you know we have to dance all day long. Well stand up all, you Einstein garage flavored plat. Don’t stare at the bloody queen. 'Cause you are the norm of the society, you are the beat of our drama. C’mon show me, show me...how to fight on the dance floor.
SELAMAT. ANDA ADALAH PEMASOK DANA TERORISME INTERNASIONAL.
hari ini saya berdebat keras dengan seseorang. Kami berdebat tentang revolusi. Tentang betapa dia ikut mencoblos PEMILU hanya untuk formalitas. Tentang betapa sia-sianya saya berteriak jika tidak ada hasilnya. Hasil? Itukah yang menjadi ketakutanmu yang paling besar? Apakah kamu salah satu dari mereka yang tidak punya nyali untuk berjuang hanya karena takut akan hasil akhir? Jika ya, maka kamu adalah pecundang yang layak malu akan semua sampah wejangan politik yang baru saja kamu keluarkan dari mulutmu yang besar itu.
Mencoblos semua (atau mencoret-coret) gambar calon anggota wakil rakyat sama saja bodohnya dengan masuk ke dalam bilik PEMILU dan memilih satu wakil rakyat. Apa sih yang ingin kamu buktikan dengan berlaku seperti itu? Hanya sejauh itukah perjuanganmu? Apakah hanya ingin dibilang KEREN? Apa kamu pikir jadi seorang revolusioner hanya untuk keren-kerenan seorang remaja yang sedang mencari jati diri? Apa kamu pikir pilihanmu akan didengar? Butuh berapa ratus tahun lagi untuk menyadarkanmu bahwa pemerintah tidak akan pernah benar-benar mendengarkan suara kita yang dianggap bau tengik ini? Butuh penindasan seperti apa lagi untuk menyadarkanmu bahwa negara ini hanya dagelan belaka dengan humor murahan ala komedi di kotak televisi yang kita tonton tiap malam? Butuh berapa lama lagi? Butuh berapa nyawa lagi yang melayang oleh pihak militer di daerah konflik dan daerah pelosok yang beranak-anak dengan perut besar kekurangan gizi?
Apakah kamu lupa bahwa "memilih untuk tidak memilih wakil rakyat" merupakan pilihan juga?
Dan mari bicarakan soal sesuatu yang ada kaitannya dengan aktivitas mabuk-mabukan generasi muda hari ini. Seperti ditunjukkan Chossudovsky dalam bukunya War and Globalization, The Truth behind September 11 (2003) sejarah perdagangan narkoba di Asia Tengah sangat erat berkaitan dengan operasi tertutup CIA. Sebelum berkecamuknya perang Soviet-Afghan, produksi opium di Afghanistan dan Pakistan hanya terdistribusi dalam pasar regional kecil.
Tidak ada produksi heroin lokal sebelumnya. CIA tidak hanya mendorong kalangan pemimpin lokal untuk memaksa petani untuk menanam opium tetapi juga sekaligus membangun sekitar sebelas unit produksi heroin di kawasan tersebut.
Dalam waktu dua tahun operasi CIA di Afghanistan, “Perbatasan Pakistan-Afghanistan menjadi produser top dunia, menyuplai 60 persen kebutuhan AS. Di Pakistan, penduduk yang kecanduan heroin melonjak dari hampir nol pada 1979 mencapai 1.2 juta pada 1985 – lonjakan luar biasa dibanding negara manapun.”
CIA juga mengontrol perdagangan heroin ini. Begitu gerilyawan Mujahidin menguasai kawasan di Afghanistan, mereka mengharuskan para petani membayar semacam pajak revolusi dari tanaman opium tersebut. Di sepanjang perbatasan di Pakistan, kalangan pimpinan Afghan dan sindikat lokal di bawah perlindungan Intelijen Pakistan (ISI) mengoperasikan ratusan laboratorium heroin.
Selama dekade perdagangan narkoba yang terbuka luas ini, Drug Enforcement Agency Amerika di Islamabad gagal melakukan penangkapan atau penahanan besar. Pejabat AS menolak menginvestigasi tuduhan perdagangan heroin oleh aliansi Afghan-nya dengan alasan ‘karena kebijakan narkotik AS di Afghanistan tersubordinasi perang melawan pengaruh Soviet di sana’.
Pada 1995, mantan direktur CIA untuk operasi Afghan, Charles Cogan, mengakui bahwa CIA memang telah mengorbankan perang narkoba demi Perang Dingin.
Sikap sinikal CIA ditunjukkan jelas dari pernyataan terus terang Cogan. “Misi utama kami adalah melakukan pengrusakan sebesar mungkin pada Uni Soviet. Kami tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengadakan investigasi perdagangan narkoba. Saya kira tidak perlu kami meminta maaf atas hal ini. Setiap situasi selalu mengandung kekurangan … Kekurangan kami kali ini dalam segi narkoba. Tetapi tujuan utama sudah terlaksana. Soviet meninggalkan Afghanistan”. Akhir dari kehadiran Soviet di Afghanistan tidak berarti terjadi pengendoran atas produksi dan perdagangan ini, sebaliknya malah semakin meningkat tajam.
Dengan pecahnya Uni Soviet, peningkatan baru produksi opium terjadi. Menurut estimasi PBB, produksi opium di Afghanistan pada 1998-99 – bertepatan dengan terjadinya pergolakan bersenjata di bekas negara Uni Soviet – mencapai rekor tertinggi, 4600 metrik ton). Sindikat bisnis yang kuat di bekas Uni Soviet beraliansi dengan organisasi kriminal berkompetisi untuk menguasai kontrol strategis rute heroin.
Dengan demikian, kawasan Asia Tengah tidak hanya strategis karena cadangan minyaknya yang besar, tetapi juga karena menjadi tempat produksi tiga perempat opium dunia dengan nilai milyaran dolar AS bagi kalangan sindikat bisnis, institusi keuangan, agen-agen intelijen dan organisasi kriminal seperti terorisme. Hasil tahunan dari perdagangan narkoba Golden Crescent menguasai sekitar sepertiga penghasilan tahunan narkotik dunia.
Orang yang berdebat dengan saya hari ini adalah anak kecil kemarin sore yang bahkan tidak pernah membaca koran, menyaksikan berita atau bahkan punya kepekaan untuk mengedukasi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki konsep di dalam kepalanya bisa begitu kerasnya berdebat? Saya rasa yang berbicara serta berteriak hanya ego kelaki-lakiannya yang tidak ingin disalahkan atau dituduh betapa minimnya volume pengetahuan yang ada di dalam otaknya. Dia juga seorang mantan pecandu narkotika selama bertahun-tahun hanya atas nama sebuah pembenaran yang berbunyi "SAYA BERASAL DARI KELUARGA YANG TIDAK BAHAGIA". for fuck sake, inilah orang yang terus menyalahkan orang lain atas semua jalan yang sebenarnya dia pilih sendiri. Mungkin kamu bertanya-tanya berapa usianya? Bertanya-tanya tentang rentang kedewasaannya? Kecerdasan persepsinya sama dengan seorang anak remaja pemarah yang labil dan berusia 15 tahun? Haha, eat me. He will be 25 this Feb.
Anak muda, kamulah pemasok dana terorisme internasional. Dalam negara ini, bentuk skala kecilnya adalah kamu memasok aktivitas transportasi FPI dalam melakukan kerusuhan dimana-mana. Rantai yang telah ada sejak lama ini seharusnya kamu cari tahu dengan kepalamu, bukan dengan kepalan tanganmu atau nyanyian mabukmu. Isi otakmu mungkin hanya berisi mimpi-mimpi meniduri bintang film porno, mabuk setiap hari, memiliki lusinan sneaker atau boots agar dikategorikan mengikuti 5 huruf busuk yang bernama TREND, dan berganti-ganti merk motor agar kamu dapat dipuji oleh teman-temanmu serta makin giat mengotori udara yang seharusnya secara legal merupakan hak BERSAMA, bukan INDIVIDU. Bukankah keinginan manusia yang paling bodoh adalah INGIN DILIHAT dan INGIN DIPERHITUNGKAN melalui benda-benda yang dimilikinya?
Anak muda, korporasi bermain-main dengan rasa percaya dirimu agar kamu terus mengeluarkan uangmu untuk membeli produk-produk mereka. Sadarkan kamu bahwa kamu bukan lagi manusia? Kamu memompa rasa percaya dirimu melalui semua barang yang kamu beli dengan harapan kamu akan merasa lebih baik dari hari kemarin. Dan kini kamu ingin berbicara keras-keras kepada saya soal apa yang terbaik bagi rakyat? Luar biasa, anak muda. Mereka tidak melakukan apapun bagi rakyat memang punya tendensi serta nyali untuk meninggikan volume suaranya jauh lebih keras dari mereka yang memang berjuang agar negeri ini bisa melawan sang negara.
Mencoblos semua (atau mencoret-coret) gambar calon anggota wakil rakyat sama saja bodohnya dengan masuk ke dalam bilik PEMILU dan memilih satu wakil rakyat. Apa sih yang ingin kamu buktikan dengan berlaku seperti itu? Hanya sejauh itukah perjuanganmu? Apakah hanya ingin dibilang KEREN? Apa kamu pikir jadi seorang revolusioner hanya untuk keren-kerenan seorang remaja yang sedang mencari jati diri? Apa kamu pikir pilihanmu akan didengar? Butuh berapa ratus tahun lagi untuk menyadarkanmu bahwa pemerintah tidak akan pernah benar-benar mendengarkan suara kita yang dianggap bau tengik ini? Butuh penindasan seperti apa lagi untuk menyadarkanmu bahwa negara ini hanya dagelan belaka dengan humor murahan ala komedi di kotak televisi yang kita tonton tiap malam? Butuh berapa lama lagi? Butuh berapa nyawa lagi yang melayang oleh pihak militer di daerah konflik dan daerah pelosok yang beranak-anak dengan perut besar kekurangan gizi?
Apakah kamu lupa bahwa "memilih untuk tidak memilih wakil rakyat" merupakan pilihan juga?
Dan mari bicarakan soal sesuatu yang ada kaitannya dengan aktivitas mabuk-mabukan generasi muda hari ini. Seperti ditunjukkan Chossudovsky dalam bukunya War and Globalization, The Truth behind September 11 (2003) sejarah perdagangan narkoba di Asia Tengah sangat erat berkaitan dengan operasi tertutup CIA. Sebelum berkecamuknya perang Soviet-Afghan, produksi opium di Afghanistan dan Pakistan hanya terdistribusi dalam pasar regional kecil.
Tidak ada produksi heroin lokal sebelumnya. CIA tidak hanya mendorong kalangan pemimpin lokal untuk memaksa petani untuk menanam opium tetapi juga sekaligus membangun sekitar sebelas unit produksi heroin di kawasan tersebut.
Dalam waktu dua tahun operasi CIA di Afghanistan, “Perbatasan Pakistan-Afghanistan menjadi produser top dunia, menyuplai 60 persen kebutuhan AS. Di Pakistan, penduduk yang kecanduan heroin melonjak dari hampir nol pada 1979 mencapai 1.2 juta pada 1985 – lonjakan luar biasa dibanding negara manapun.”
CIA juga mengontrol perdagangan heroin ini. Begitu gerilyawan Mujahidin menguasai kawasan di Afghanistan, mereka mengharuskan para petani membayar semacam pajak revolusi dari tanaman opium tersebut. Di sepanjang perbatasan di Pakistan, kalangan pimpinan Afghan dan sindikat lokal di bawah perlindungan Intelijen Pakistan (ISI) mengoperasikan ratusan laboratorium heroin.
Selama dekade perdagangan narkoba yang terbuka luas ini, Drug Enforcement Agency Amerika di Islamabad gagal melakukan penangkapan atau penahanan besar. Pejabat AS menolak menginvestigasi tuduhan perdagangan heroin oleh aliansi Afghan-nya dengan alasan ‘karena kebijakan narkotik AS di Afghanistan tersubordinasi perang melawan pengaruh Soviet di sana’.
Pada 1995, mantan direktur CIA untuk operasi Afghan, Charles Cogan, mengakui bahwa CIA memang telah mengorbankan perang narkoba demi Perang Dingin.
Sikap sinikal CIA ditunjukkan jelas dari pernyataan terus terang Cogan. “Misi utama kami adalah melakukan pengrusakan sebesar mungkin pada Uni Soviet. Kami tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengadakan investigasi perdagangan narkoba. Saya kira tidak perlu kami meminta maaf atas hal ini. Setiap situasi selalu mengandung kekurangan … Kekurangan kami kali ini dalam segi narkoba. Tetapi tujuan utama sudah terlaksana. Soviet meninggalkan Afghanistan”. Akhir dari kehadiran Soviet di Afghanistan tidak berarti terjadi pengendoran atas produksi dan perdagangan ini, sebaliknya malah semakin meningkat tajam.
Dengan pecahnya Uni Soviet, peningkatan baru produksi opium terjadi. Menurut estimasi PBB, produksi opium di Afghanistan pada 1998-99 – bertepatan dengan terjadinya pergolakan bersenjata di bekas negara Uni Soviet – mencapai rekor tertinggi, 4600 metrik ton). Sindikat bisnis yang kuat di bekas Uni Soviet beraliansi dengan organisasi kriminal berkompetisi untuk menguasai kontrol strategis rute heroin.
Dengan demikian, kawasan Asia Tengah tidak hanya strategis karena cadangan minyaknya yang besar, tetapi juga karena menjadi tempat produksi tiga perempat opium dunia dengan nilai milyaran dolar AS bagi kalangan sindikat bisnis, institusi keuangan, agen-agen intelijen dan organisasi kriminal seperti terorisme. Hasil tahunan dari perdagangan narkoba Golden Crescent menguasai sekitar sepertiga penghasilan tahunan narkotik dunia.
Orang yang berdebat dengan saya hari ini adalah anak kecil kemarin sore yang bahkan tidak pernah membaca koran, menyaksikan berita atau bahkan punya kepekaan untuk mengedukasi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki konsep di dalam kepalanya bisa begitu kerasnya berdebat? Saya rasa yang berbicara serta berteriak hanya ego kelaki-lakiannya yang tidak ingin disalahkan atau dituduh betapa minimnya volume pengetahuan yang ada di dalam otaknya. Dia juga seorang mantan pecandu narkotika selama bertahun-tahun hanya atas nama sebuah pembenaran yang berbunyi "SAYA BERASAL DARI KELUARGA YANG TIDAK BAHAGIA". for fuck sake, inilah orang yang terus menyalahkan orang lain atas semua jalan yang sebenarnya dia pilih sendiri. Mungkin kamu bertanya-tanya berapa usianya? Bertanya-tanya tentang rentang kedewasaannya? Kecerdasan persepsinya sama dengan seorang anak remaja pemarah yang labil dan berusia 15 tahun? Haha, eat me. He will be 25 this Feb.
Anak muda, kamulah pemasok dana terorisme internasional. Dalam negara ini, bentuk skala kecilnya adalah kamu memasok aktivitas transportasi FPI dalam melakukan kerusuhan dimana-mana. Rantai yang telah ada sejak lama ini seharusnya kamu cari tahu dengan kepalamu, bukan dengan kepalan tanganmu atau nyanyian mabukmu. Isi otakmu mungkin hanya berisi mimpi-mimpi meniduri bintang film porno, mabuk setiap hari, memiliki lusinan sneaker atau boots agar dikategorikan mengikuti 5 huruf busuk yang bernama TREND, dan berganti-ganti merk motor agar kamu dapat dipuji oleh teman-temanmu serta makin giat mengotori udara yang seharusnya secara legal merupakan hak BERSAMA, bukan INDIVIDU. Bukankah keinginan manusia yang paling bodoh adalah INGIN DILIHAT dan INGIN DIPERHITUNGKAN melalui benda-benda yang dimilikinya?
Anak muda, korporasi bermain-main dengan rasa percaya dirimu agar kamu terus mengeluarkan uangmu untuk membeli produk-produk mereka. Sadarkan kamu bahwa kamu bukan lagi manusia? Kamu memompa rasa percaya dirimu melalui semua barang yang kamu beli dengan harapan kamu akan merasa lebih baik dari hari kemarin. Dan kini kamu ingin berbicara keras-keras kepada saya soal apa yang terbaik bagi rakyat? Luar biasa, anak muda. Mereka tidak melakukan apapun bagi rakyat memang punya tendensi serta nyali untuk meninggikan volume suaranya jauh lebih keras dari mereka yang memang berjuang agar negeri ini bisa melawan sang negara.
Subscribe to:
Posts (Atom)











