setiap kota, punya candunya. setiap perjalanan, punya kerangka tempuhnya. membosankan atau tidak, kita biasanya girang saat sudah sampai di kota tersebut.
bandung, buat saya lebih dari sekedar candu. bandung seperti film doraemon saat usia saya baru 7. bandung seperti Kurt Cobain saat usia saya 11. dan bandung seperti kue kering natal sejak saya kecil hingga saya setua ini, rasanya begitu-begitu saja tapi selalu dicari. bandung seperti permen, coklat dan es krim rasa kopi. perjalanan yang harus ditempuh membuat saya makin tidak karuan jika tidak pergi ke kota itu dalam sebulan saja. padahal bandung sekarang sudah macet, sudah kurang sejuk, sudah hampir metropolitan seperti ibukota tempat saya lahir. tapi bandung, sekali lagi tetap kekasih saya yang paling saya puja. tidak pernah sia-sia dia membuat saya birahi dengan "oohh ahhh" setiap saya pergi ke sana, makanannya, minumannya, tempat-tempat makanannya, trotoarnya dengan senti-senti yang begitu lebar hingga saya bisa jalan kaki sambil dansa, harga makanannya, harga biaya hidupnya, hahaha segalanya!
cipularang yang modern memang menggantikan perjalanan 4 jam yang dahulu. dan cipularang lewat lensa kamera saya terlihat begitu genit. menggoda. menggairahkan. apalagi jika sepanjang jalannya mendengarkan Ray Charles, minum kopi serta mengunyah kue kering keju...
ya Tuhan, saya adalah orang paling bahagia di seluruh dunia. persetan dengan apa kata orang lain tentang saya, haha.

No comments:
Post a Comment