November 03, 2010

tutup kepala

"Mereka yg melakukannya adalah bedebah, sampah manusia yg menganggap dirinya akan masuk surga. Saya malu."

(Nono Anwar Makarim)



31 Oktober 2010 yg lalu jaringan Al-Qaeda melakukan penyerangan ke Gereja Katolik "Our Lady of Salvation" di Baghdad, Irak.
serangan berawal dari sekelompok bersenjata merangsek masuk ke gereja saat para jemaat tengah beribadah pada Minggu sore waktu setempat, sekitar pukul 17.30. Mereka menembak mati pastur dan hampir semua jemaat yang duduk di baris pertama.Setelah itu, keheningan langsung tercipta. Selama beberapa jam, para sandera hanya mendengar tangisan sesama jemaat dan teriakan kelompok penyandera.

Semua lampu kemudian padam. Setelah tiga jam berupaya bernegosiasi dengan kelompok penyandera, pasukan keamanan mulai memasuki kompleks gereja sambil berteriak kepada para sandera, "Kami akan selamatkan kalian."
Namun, sahutan pasukan itu disambut oleh ledakan bom dari salah seorang penyandera, yang beralih tugas menjadi pengebom bunuh diri.

Sejumlah saksi mengungkapkan bahwa ledakan yang mereka dengar lebih dari sekali, bisa berupa bom bunuh diri maupun lemparan granat. Menurut dua pejabat keamanan, jumlah korban tewas paling banyak terjadi di ruang bawah tanah dimana seorang penyerang membunuh sekitar 30 sandera ketika pasukan Irak mulai memasuki gereja.

"Mereka [para penyerang] adalah orang-orang yang lebih dari kriminal. Orang macam apa yang tega membunuh jemaat yang tengah berdoa? Kami salah apa sampai diperlakukan seperti ini?" kata Aida Jameel, seorang ibu berusia 65 tahun yang kakinya terkena tembakan senjata api.

agama. sebuah sistem yg telah menelan banyak korban dari sejak ia diciptakan. kemudian tutup kepala apapun bisa jadi tak bermakna ilahi bagi para pemakainya. baik itu berbentuk peci, kerudung atau apapun. bukankah tutup kepala itu digunakan sebagai simbol bahwa si pemakai lebih istimewa daripada manusia lainnya? lebih dekat kepada Tuhan, yg seharusnya segala perilakunya juga menyerupai Tuhan.

tetapi orang macam saya tidak pernah benar-benar percaya pada simbol. karena simbol adalah salah satu bentuk pembendaan (reifikasi) yg membuat kita menilai kesuksesan seseorang dari apa yg ia gunakan. dalam hal ini, kesuksesan religiusitas. kemudian reifikasi melahirkan fanatisme yg menghantar manusia kepada rasa paling berhak untuk menjelang Tuhan karena dialah yg paling benar.

benar menurut siapa? menurut dirinya sendiri? benar menurut Beliau yg dibela? atau karena ingin dibilang "kaum benar" ?
siapakah kamu? yg berhak menentukan mana yg benar dan tidak, mana yg haram atau halal, mana yg hitam atau putih?


"barangsiapa tidak pernah berdosa satu kalipun selama hidupnya, boleh melemparkan batu yg pertama! " (Yesus saat membela pelacur yg akan dihakimi dirajam oleh para ahli Taurat)

No comments: