November 06, 2010

left? no, right please.

etika. lagi-lagi sebuah sistem. diciptakan berdasarkan kultur, dilaksanakan atas nama peradaban.
salah satu contoh yang akan saya bicarakan berikut adalah tentang tangan kanan dan tangan kiri.
keduanya berdiri pada definisi yang berbeda. tak perlu saya jelaskan, pasti sudah banyak yang tahu.

yang ingin saya bahas adalah bagaimana banyak orang, atas nama etika; telah mendiskriminasikan yang lainnya. seolah-olah etika adalah satu-satunya kitab suci panduan yang paling diakui kebenaran dan validitasnya.

lihat saja desain gagang pintu, lemari, kran wastafel dan masih banyak yang lainnya yang diciptakan hanya untuk mereka yang tidak kidal. dunia ini diciptakan seakan-akan tidak ada tempat bagi mereka yang "berbeda". kemudian orang tua, sekolah-sekolah dengan pendidiknya yang feodal juga memaksa anak-anak yang kidal untuk melatih tangan kanan mereka.

pernahkah kamu yang bertangan kanan mencoba apa rasanya dipaksa menjadi kidal?
jika jawabannya adalah YA, seharusnya kamu tahu apa rasanya berempati kepada mereka yang kidal. yang seolah-olah dianggap cacat karena memiliki salah satu sisi otak yang lebih kuat dari sisi satunya sehingga mereka lebih optimal dengan menggunakan tangan kirinya.

lalu si kidal dikatakan lancang, tidak sopan, tidak terpelajar, tidak tahu aturan.
menurut siapa? apa sebenarnya parameter definisi tidak tahu aturan? saya rasa mereka yang pernah menggunakan sebutan-sebutan di atas tidak pernah membaca tentang perbedaan otak kiri dan otak kanan serta betapa tiap anak dilahirkan dengan kemampuan otak yang tidak seimbang. sama seperti sisi tubuh kita, antara sisi yang kiri dan sisi kanan tidak pernah benar-benar sama ukuran dan volumenya. itu sebabnya kita memiliki otak tengah yang berperan sebagai penyeimbang. karena tubuh kita memang tidak pernah benar-benar sama rata, sama berat.

saya, kidal. namun melalui proses kolonialisasi, akhirnya tangan kanan saya berfungsi.
tetapi tidak banyak yang tahu bahwa saya bisa menulis dengan tangan kanan dan tangan kiri.
saya masih ingat tiap senti trauma yang diciptakan akibat penggerusan otak kanan saya yang dilarang berfungsi karena katanya tangan kiri 'kotor'.

bukankah para koruptor juga menerima uang panas dengan tangan kanan?
bukankah para pembunuh dan penyiksa juga melakukan kejahatan dengan tangan kanan?
lalu dimana standar bersihnya si tangan kanan yang dipuja-puja bagai wakil Tuhan itu?
bukankah yang menentukan kebersihan adalah tujuan penggunaan si tangan?

nah, kira-kira kemudian siapa yang layak disebut lancang?
kita yang kidal atau mereka yang melarang kita jadi kidal?

No comments: